Anda Sudah Punya Kerannya. Yang Belum Ada Hanya Penampungnya.
Ada seorang direktur yang rumahnya punya keran terbaik di kompleks. Airnya deras, jernih, tidak pernah macet. Bertahun-tahun ia bangga pada keran itu. Sampai suatu pagi ia sadar satu hal kecil yang selama ini luput: air itu hanya mengalir selama tangannya memutar keran.
Begitu tangannya lepas, semuanya berhenti. Mungkin Anda mengenal perasaan itu. Karier bagus, jabatan tinggi, gaji lancar. Tapi bagaimana kalau yang selama ini terasa aman, sebenarnya hanya keran yang sedang deras?
Bayangkan beberapa tahun dari sekarang: keran utama Anda masih mengalir, tapi di sampingnya sudah ada penampung yang terisi setiap bulan.
Pensiun tidak lagi terasa menakutkan, Anda tidak perlu bergantung pada anak-anak, dan Anda punya pilihan kapan ingin berhenti.
Yang selama ini kurang bukan kerja keras, karena Anda sudah bekerja puluhan tahun.
Yang kurang adalah sistem yang menampung hasil kerja itu.
Jadi pertanyaannya sekarang: terus memutar keran yang sama, atau mulai membangun penampungnya selagi airnya masih deras?